Saturday, May 14, 2011

random thoughts

I talk to myself : Just spill it out! Don’t hold it on inside!

Ada banyak pertanyaan dan pemikiran-pemikiran dalam kepala gue.

Kasus pertama, gue seringkali menemukan fenomena seperti ini: ada orang yang baru ganti hp pake BlackBerry, kemudian temannya men-cie-in dia. Maksudnya di cieee-pake-BB-ya-sekarang atau di assiikk-pake-BB.

Yang jadi pertanyaan gue adalah : terus kenapa? Apa yang baru ganti handphone merek lain apapun itu ga bisa dijadikan bahan “ciee”-an orang (kosakatanya aneh banget)? Oke, di-cie-in juga, tapi perbedaannya adalah kalimatnya begini : cie handphone baru.


Lihat kan? Betapa terdapat perbedaan terhadap pengguna BB dan pengguna yang bukan BB. Maksudnya apa? Kesannya adalah bahwa BB digunakan sebagai lifestyle. Kalau orang tersebut pake BB memang karena perlu gimana? Karena aplikasi-aplikasi yang ada mendukung kepentingan dan kebutuhan seseorang. Bukan Cuma aplikasi BlackBerry Messenger yang paling menonjol terutama di kalangan anak muda, tapi juga aplikasi word, power point, dan excel,atau karena kebutuhan-kebutuhan lain.

Nah lo.. ini jadi kaya lagi bikin paper (eh, bagus juga kalo dijadiin bahan paper gue).
Intinya adalah bahwa kenapa orang yang baru pake BB di cie-pake-BB sementara yang bukan BB cie-handphone-baru.
Yah, sekali lagi, ini yang ada di kepala gue.

Kasus kedua. gue tiba-tiba berpikir, apakah tokoh-tokoh penemu, sastrawan, ilmuwan, atau tokoh-tokoh terkenal apapun itu nama profesinya adalah benar2 punya ide dan gagasan yang dia kemukakan? Maksudnya apa gagasan itu emang benar2 berasal dari kepala dia?

Begini. Yang jadi pertanyaan kali ini adalah :
Apakah ada orang-orang yang punya ide cemerlang dan pemikiran-pemikiran brilian tapi mereka ga menyuarakan itu semua? Atau cuma ngasih tau ke satu, dua, tiga, atau beberapa orang aja. Terus bisa aja satu, dua, tiga, dan berapapun orang itu kemudian yang menyuarakan ide-ide itu. Jadi sebenarnya ada orang-orang di balik itu semua yang (mungkin sampai sekarang) ga pernah diketahui atau dikenal namanya. Padahal orang itu yang sebenarnya punya ide-ide brilian.

Apa itu adalah pilihan mereka untuk sengaja emang gamau dikenal? Atau ternyata mereka diintimadasi oleh orang yang haus ketenaran? Dengan katalain dicuri idenya.
Kalau memang ada yang seperti itu, apa akan ada yang mengenang orang tersebut? Dan apakah jangan-jangan orang seperti itu ada di sekitar kita??? Tanpa kita sadari bahwa bisa aja orang-orang itu adalah orang yang kita anggap remeh, kita ejek-ejek, kita sepelekan.

Kasus ketiga, misalnya kita punya pacar atau orang yang kita sayang terus orang itu mau menuntut ilmu di negeri orang.  Pasti ada dong rasa khawatir tentang segala macem. Apalagi misalnya perginya ke negara yang punya adat ke-barat-an sementara kita (rata-rata) sebagai orang Indonesia menganut adat ke-timur-an. Memang kunci utama adalah kepercayaan.

TAPI : people are changing, RIGHT??
peluang untuk seseorang jadi berubah itu besar, dan ga akan dipungkiri pasti ada ideologi-ideologi yang masuk ke dalam diri si pacar yang bisa mengubah pola pikir dan perilaku. SYUKUR kalau berubahnya ke arah yang positif dan ga beruah total, jadi di-mix gitu. tapi kalau berubahnya banyak?????

perubahan di sini ga cuma perilaku aja. tapi menyangkut perasaan juga. kan bisa aja si pacar ketemu orang lain terus karena sering ketemu, jadinya tumbuh benih-benih rumput cinta. terus kitanya di kemana in?
pertanyaannya : ketika kita khawatir dengan hal yang tadi dijabarkan, apa itu namanya tidak percaya dengan pasangan?
kan kita khawatir. alasannya? ya itu tadi yg dijelasin.
beneran deh, orang tuh bisa berubah!
oke, yang ini random banget emang.

Well, misteri alam.